• Forums
  • Pernikahan
  • Beauty
  • Tell Stories
  • Manage
  • Kamus
  • Travel
  • Tips


  • Waktu nyari informasi soal pernikahan kepada mbah google ga sengaja nemu artikel bagus ini, saya sharing biar tambah ngerti gimana jalannya upacara pernikahan adat sunda. 

    Susunan (Tata Cara) Upacara Nikah Adat Sunda.

    Salah satu ciri acara pernikahan adat sunda adalah dikemas dengan nuansa humor. Akan tetapi tidak meninggalkan nuansa khidmat dan sakral. Ada beberapa tahapan acara yang harus dilewati oleh kedua calon pempelai dangan melibatkan kedua belah pihak keluarga. Dari tiap-tiap tahapan acara memiliki makna dan tujuan masing-masing yang secara keseluruhan mengandung arti yang sangat baik.

    Pertama adalah Neundeun Omong (Menyimpan Ucapan): Yaitu permintaan orang tua dari pihak calon pengantin pria kepada orang tua pihak pengantin wanita, untuk meminta ijin mempersunting sang wanita menjadi istri putranya. Adapun acara yang berlangsung secara garis besar sebagai berikut:

    * Pihak orang tua calon pengantin bertamu kepada calon besan (calon pengantin perempuan). Berbincang dalam suasana santai penuh canda tawa, sambil sesekali diselingi pertanyaan yang bersifat menyelidiki status anak perempuannya apakah sudah ada yang melamar atau atau masih (belum punya pacar).

    * Pihak orang tua (calon besan) pun demikian dalam menjawabnya penuh dengan benyolan penuh dengan siloka.

    * Walapun sudah sepakat diantara kedua orang tua, akan tetapi pada jaman dahulu kadang kedua putra putri mereka tidak mengetahui perihal acara nendeun omong tersebut.

    * Di beberapa daerah di wilayah pasundan kadang-kadang ada yang menggunakan cara dengan saling mengirimi barang tertentu. Seperti orang tua anak laki-laki mengirim rokok cerutu dan orang tua anak perempuan mengerti dengan maksud itu, maka apabila mereka setuju akan segera membalasnya dengan mengirimkan benih labu siam (binih waluh siam). Dengan demikian maka anak perempuannya itu sudah diteundeunan omong (disimpan ucapannya).

    kemudian tahapan selanjutnya adalah Narosan (Lamaran) : Lamaran ini dilaksanakan oleh orang tua calon pengantin pria beserta sesepuh yang dihormati dari keluarga pria, mereka datang ke rumah calon pengantin wanita untuk menjalin hubungan lebih jauh. Jika lamaran mereka diterima pihak keluarga calon wanita, biasanya pada acara ini sekaligus menentukan hari pernikahan. Pada pelaksanaannya orang tua calon pengantn pria membawa barang-barang seperti berikut:

    * Lemareun, (seperti daun sirih, gambir, apu )
    * Pakaian perempuan
    * Cincin meneng
    * Beubeur tameuh (ikat pinggang sang suka dipakai kaum perempuan terutama setelah melahirkan)
    * Uang yang jumlahnya 1/10 dari jumlah yang akan dibawa pada waktu seserahan.

    Barang-barang yang dibawa dalam pelaksanaan upacara ngalamar itu tidak lepas dari simbol dan makna seperti :

    * Sirih, bentuknya segi tiga meruncing ke bawah kalau dimakan rasanya pedas. Gambir rasanya pahit dan kesat. Apu rasanya pahit. Tapi kalau sudah menyatu rasanya jadi enak dan dapat menyehatkan tubuh dan mencegah bau mulut.
    * Cincin meneng yaitu cincin tanpa sambungan mengandung makna bahwa rasa kasih dan sayang tidak ada putusnya
    * Pakaian perempuan, mengandung makna sebagai tanda mulainya tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada perempuan
    * Beubeur tameuh, mengandung makna sebagai tanda adanya ikatan lahir dan batin antara kedua belah pihak

    tahapan berikutnya adalah Tunangan : Pada tunangan dilakukan patukeur beubeur tameuh, yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos pada si gadis.

    Lalu Seserahan : Dilakukan 3-7 hari sebelum pernikahan, yaitu calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan dan lainnya.

    Seminggu atau 3 hari menjelang peresmian pernikahan, di rumah calon mempelai berlangsung sejumpah persiapan yang mengawali proses pernikahan, yaitu Ngebakan atau Siraman. Berupa acara memandikan calon pengantin agar bersih lahir dan batin, acara berlangsung siang hari di kediaman masing-masing calon mempelai. Bagi umat muslim, acara ini terlebih dahulu diawali dengan pengajian. Tahapan acara siraman adalah:

    * Ngecagkeun Aisan. Calon pengantin wanita keluar dari kamar dan secara simbolis digendong oleh sang ibu, sementara ayah calon pengantin wanita berjalan di depan sambil membawa lilin menuju tempat sungkeman. Upacara ini dilaksanakan sehari sebelum resepsi pernikahan, sebagai simbol lepasnya tanggung jawab orang tua calon pengantin. Property yang digunakan:

  • Palika atau pelita atau menggunakan lilin yang berjumlah tujuh buah. Hal ini mengandung makna yaitu rukun iman dan jumlah hari dalam seminggu
  • Kain putih, yang mengandung makna niat suci
  • Bunga tujuh rupa, mengandung makna bahwa perilaku kita, selama tujuh hari dalam seminggu harus wangi yang artinya baik.
  • Bunga hanjuang, mengandung makna bahawa kedua calon pengantin akan memasuki alam baru yaitu alam berumah tangga.
  • Langkah-langkah upacara ini adalah:

    * Orang tua calon pengantin perempuan keluar dari kamar sambil membawa lilin/ palika yang sudah menyala,
    * Kemudian di belakangnya diikuti oleh calon pengantin peremupan sambil dililit (diais )oleh ibunya.
    * Setelah sampai di tengah rumah kemudian kedua orang tua calon pengantin perempuan duduk dikursi yang telah dipersiapkan
    * Untuk menambah khidmatnya suasana biasanya sambil diiring alunan kecapi suling dalam lagu ayun ambing.

    Susunan Acara Adat Pernikahan Sunda (2)

    sumber: berbagai sumber di internet

     

     

    Leave a Reply